Guardiola Tetap Pasang Pita Kuning di Dada, Kala Manchester City Berpesta Juara

Infopialadunia – Guardiola Tetap Pasang Pita Kuning di Dada, Kala Manchester City Berpesta Juara. Pada laga final Piala Liga tadi malam, Josep Pep Guardiola tetap saja nekat memakai pita kuning di dadanya walaupun sudah dilarang oleh Asosiasi Sepakbola Inggris (FA). Bahkan dirinya akan terus memakainya, walaupun dirinya akan menerima hukuman akan hal tersebut.

 

Seperti yang diketahui bahwa Guardiola mengenakan pita kuning di bajunya saat mendampingi Manchester City kontra Arsenal di Stadion Wembley, Mimggu (25/2/2018), dalam final Piala Liga Inggris. Kala dalam pertemuan tersebut pun, The Citizens keluar sebagai pemenang usai menaklukan Arsenal dengan skor telak yakni 3-0.

 

Pihak dari FA sendiri sebelumnya telah melarang dari pelatih asal Spanyol itu memakai pita kuning di dada, yang bisa dikatakan bahwa simbol itu merupakan suatu yang berbau politik. Hal ini tentu nya sangat dilarang dalam dunia sepakbola.

 

Bahkan Guardiola telah menerima dakwaan dari pihak FA dikarenakan telah menggunakan pita tersebut, dan diberi waktu hingga senin (5/3) depan untuk meresponsnya. Usai pertandingan, pelatih 47 tahun itu telah menegaskan, bahwa dirinya akan terus memakainya dan tak menghiraukan peringatan FA. Menurutnya, aksi yang dilakukan nya tersebut seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. Pemakaian pita itu menurutnya adalah sebuah soal kebebasan untuk bisa berpendapat.

 

“Saya hanya manusia biasa, walaupun saya seorang manajer. Mereka (FA) harus tahu bahwa saya selalu mengenakan pita kuning tersebut,”jelas Guardiola dilansir BBC.

 

“Menurut saya ini bukan soal politik, ini hanya demikrasi untuk bisa membantu orang lain yang sama sekali tidak bersalah,”sambung pelatih Manchester City tersebut yang dilansir agen bola terpercaya.

 

Akan tetapi dirinya menjelaskan akan tetap menerima dan menjalankan setiap hukuman yang diberikan oleh pihak FA. Bahkan Pelatih asal Spanyol itu akan terus memakainya meski kemungkinan terburuk dari aksinya itu, ia akan dilarang untuk mendampingi anak asuhannya dilapangan.

 

“Jika aku melanggar peraturan, aku menerima hukumannya. Aku adalah seorang manusia,” ujarnya menambahkan nya lagi.

 

“UEFA punya opini berbeda soal ini. Mereka bilang bisa mengenakannya selama anda mengenakannya dengan penuh respek. Di sini, itu jelas berbeda,” manajer 47 tahun itu mengatakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *