Rekor Gol Dan Selebrasi Nuansa Politik Xhaka Dan Shaqiri

Infopialadunia – Rekor Gol Dan Selebrasi Nuansa Politik Xhaka Dan Shaqiri. Belum lama ini Xherdan Shaqiri baru saja menjadi pahlawan bagi tim nya saat gol nya telah berhasil untuk memenangkan Timnas Swiss atas Timnas Serbia di Piala Dunia 2018. Gol itu pun membuat pemain andalan Stoke City ini juga membuatnya masuk dalam buku sejarah untuk kompetisi empat tahunan tersebut.

 

Dalam pertandingan ini pun, sebenarnya Timnas Serbia berhasil untuk lebih dahulu unggul. Namun Timnas Swiss berhasil bangkit dari ketinggalan dan berbalik untuk meraih kemenangan dengan skor 2-1. Granit Xhaka mencetak gol penyama skor sebelum Shaqiri menentukan kemenangan Swiss.

 

Namun berkat satu gol dari Shaqiri ini telah membuat sejarah tersendiri bagi nya. Dirinya berhasil untuk menjadi satu dari tiga pemain yang mencetak gol pada tiga turnamen besar terakhir setelah pernah juga dibuat oleh Cristiano Ronaldo dan Romelu Lukaku.

 

Pemain andalan dari Timnas Swiss ini memang masa depannya bersama dengan klub lamanya, Stoke City memang telah menjadi spekulasi. Namun dirinya selalu menjadi pemain penting untuk negaranya pada ajang internasional.

 

Menurut dari catatan yang dilansir oleh Gracenote Live, gol nya kegawang Timnas Serbia telah membuatnya empat gol di Piala Dunia bersama Timnas Swiss. Dirinya telah menyamai Robert Ballaman dan Andre Abeggien. Cuma Josef Huegi yang mencetak gol lebih banyak dari mereka (enam gol).

 

Akan tetapi pencapaian rekor ini juga diwarnai begitu banyak kritikan. Hal ini tak terlepas dari selebrasi Xherdan Shaqiri dan Granit Shaka usai mencetak gol kemenangan untuk tim nya, banyak menilai bahwa perayaan dari golnya tersebut mengandung unsur politik disaat melakukan selebrasi.

 

Seperti diketahui bahwa saat itu, kedua pemain andalan Swiss menautkan jari-jemarinya. Hal ini jelas saja terlihat menjadi seperti elang berkepala dua, seperti yang ada di bendera kebangsaan Albania.

 

Agen Poker Online – Hal ini juga karena kedua pemain ini memang diketahui berdarah Albania. Diketahui bahwa Shaqiri lahir di Kosovo, bekas provinsi Serbia yang memproklamirkan kemerdekaan pada 2008 sementara orang tua Xhaka berasal dari Kosovo.

 

Akibat dari selebrasi ini telah memancing banyak kritikan tajam untuk kedua pemain tersebut. Bahkan selebrasi ini sempat memancing amarah dan reaksi dari para pemain Timnas Serbia, yang memang diketahui bahwa kedua negara tersebut memiliki hubungan yang buruk.

 

Namun menurut dari Shaqiri seusai berakhir laga itu, apa yang telah dilakukanya bukan lah merupakan sebuah selebrasi politik. Namun dirinya menyebutkan bahwa hal ini cuma sebatas terbawa perasaan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *