Sanjungan Joachim Loew untuk Pemain Muda Jerman

Infopialadunia – Sanjungan Joachim Loew untuk Pemain Muda Jerman. Pelatih Timnas Jerman, Joachim Loew memberikan sanjungan kepada seluruh skuatnya di Piala Konfederasi 2017 ini. Loew menyebut para young guns Der Panzer ini sudah membuktikan bahwa mereka pantas mengenakan seragam kebesaran Jerman.

 

Pada piala konfederasi 2017 ini, Joachim Loew mengambil sebuah keputusan yang kontroversional. Ia memutuskan untuk menggunakan hampir 80% pemain muda di susunan timnya di Piala Konfederasi 2017. Meski awalnya mendapat banyak kecaman dari berbagai pihak, namun Loew sukses membuktikan bahwa ia tidak membuat keputusan yang salah. Ia sukses menembus final Piala Konfederasi 2017 setelah membantai Timnas Meksiko dengan skor 4-1.

 

Pelatih Joachim Loew punya alasan sendiri kenapa membawa para pemain muda dan nama-nama baru untuk piala Konfederasi 2017. Pelatih berusia 57 tahun itu ingin mencari opsi dan membantu pemain naik level. Loew tak membawa para pemain andalannya seperti Manuel Neuer, Jerome Boateng, Mesut Oezil, Toni Kroos, atau Thomas Mueller ke Piala Konfederasi di Rusia.

 

Pelatih 57 tahun itu justru membawa para pemain muda seperti Julian Draxler, Joshua Kimmich, Emre Can, Julian Brandt dan Timo Werner. Sejumlah nama-nama baru atau yang minim pengalaman seperti Sandro Wagner, Amin Younes, atau Lars Stindl juga dimasukkan ke dalam skuat. Loew sendiri mengaku puas dengan perkembangan anak-anak muda Jerman yang tergolong pesat.

 

“Saya benar-benar menikmati waktu saya dengan anak-anak ini. Mereka telah menyediakan kondisi yang sangat bagus dan juga sangat sukses. Anda bisa merasakan hal itu.” ujar Loew kepada TZ.

 

“Mereka tidak hanya berkembang secara individual di sini, namun saya rasa mereka berhasil membentuk sebuah tim di sini. Mereka memulai segala sesuatunya lebih mendasar daripada para pemain reguler kami, karena kami baru berkumpul tiga minggu lalu dan mereka berhasil menyerap prosedur serta filosofi Tim Nasional ini.” lanjutnya

 

“Hal yang terpenting adalah mengenai mengumpulkan pemikiran, memperluas visi, mengembangkan pemain dan terus menciptakan kompetisi. Hal ini penting, bukan hanya untuk Piala Dunia 2018 melainkan juga untuk dua atau tiga tahun ke depan.” tutup pelatih 57 tahun tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *